
Judul : THE WAY HOME
Genre : Drama
Direktur : Lee Jeong-hyang
Penulis : Lee Jeong-hyang
Cast : Eul-boon Kim : Grandmother
Seung-ho Yu : Sang-woo
Hyo-hee Dong : Sang-woo’s Mother
Waktu : 88 menit
Diliris tahun : 2002
Genre : Drama
Direktur : Lee Jeong-hyang
Penulis : Lee Jeong-hyang
Cast : Eul-boon Kim : Grandmother
Seung-ho Yu : Sang-woo
Hyo-hee Dong : Sang-woo’s Mother
Waktu : 88 menit
Diliris tahun : 2002
1. Resume
Didedikasikan untuk seluruh nenek didunia.
THE WAY HOME , film ini bercerita tentang seorang anak yang bernama Sang-woo (7 tahun) berasal dari kota yang harus terpaksa tinggal bersama neneknya (77 tahun) sepanjang musim panas disebuah desa terpencil (Jeetongma provinsi Gyeongbuk) yang dititipkan oleh ibunya (32 tahun) karena ibunya ada keperluan pekerjaan (mencari pekerjaan di Seoul). Sang-woo tidak beradaptasi dengan baik disana. Neneknya yang tuna rungu membuat semakin sulit untuk berkomunikasi. Si nenek tentunya sangat bahagia bisa hidup bersama cucunya walaupun relatif singkat tinggal bersama.
Film ini berhasil mendeskripsikan kasih sayang dan cinta seorang nenek tanpa perlu banyak berkata-kata, tingkah polos dan lugu si nenek dan sikap rewel, manja dan egoisnya si cucu berpadu menjadi sebuah drama yang menyenangkan ,indah dan haru untuk dinikmati.
Sang-woo yang egios itu perlahan-lahan mulai sadar akan kebaikan sang nenek. Dia mulai membantu neneknya mengambil jemuran ,memasukan benang dalam jarum walaupun sedikit terganggu. Neneknya yang begitu sanyang pada cucunya menuruti sang-woo yang ingin makan ayam Kentucky, walaupun neneknya salah bawa ayam rebus sehingga sang-woo marah tapi akhirnya dimakan juga sama sang-woo karena dia lapar. Pada saat itu sang-woo dan neneknya pergi ke pasar untuk menjual buah. Tapi ketika pulang sang-woo menyuruh neneknya pulang sendiri karena dia ingin bersama dengan anak perempuan yang dia suka. Dia sudah sampai duluan dirumah, tapi neneknya belum pulang juga. Dia menunggu bus didepan jalan. Tapi neneknyapun tidak kunjung datang dan ternyata neneknya berjalan kaki dari pasar ke desa yang jaraknya jauh sekali. Itu sangat mengharukan.
Ketika sang-woo akan kembali ke kota dia mengajari neneknya menulis surat, seandainya terjadi sesuatu neneknya bisa mengabari dia. Disitu sang-woo langsung menangis karena tidak tega maninggalkan neneknya sendiri. Keesokan harinya ibu sang-woo datang menjemputnya kemudian mereka berpamitan. Sebelum dia naik bus, dia memberikan surat pada neneknya. Kalau neneknya sedang sakit atau sedang merindukan dia tinggal mengirimkan surat itu. Dan sang-woo pun menangis meninggalkan neneknya.
2. Analisis Film
Keluarga merupakan bagian terpenting dalam suatu kehidupan terutama dalam penentuan bentuk suatu pengasuhan yang akan diberikan kepada seorang anak atau anggota keluarga lainnya. pengasuhan merupakan proses interaksi personal antara anak, orangtua (pengasuh) dan masyarakat dimana mereka tinggal. Sejarah keluarga dapat mempengaruhi bagaimana individu dalam keluarga tersebut terbentuk. Dalam film “the way home” dikisahkan bahwa orang tua dari anak memberikan pola pengasuhan ala orang kota yang cenderung serba praktis dan kurang mengajarkan sosialisasi yang dapat membentuk kecerdasan sosial-emosional anak. Gaya hidup adalah factor lain yang perlu dilihat, dimana orang tua dengan gaya hidup “snobbish”, “materialism”, akan memiliki pola pikir dan tindakan yang berbeda dengan orang tua dengan gaya hidup sederhana.
Seperti dalam film ini, orang tua lebih mampu memberikan kebutuhan fisik kepada anak tetapi kurang mampu memberikan curahan waktu dan kasih sayang yang dibutuhkan oleh anak. Sehingga ketika anak dititipkan kepada neneknya yang hidup sederhana bahkan kekurangan, anak menjadi lebih manja dan tidak dapat mengatur emosinya dengan baik karena tidak terbiasa dengan keadaan yang baru. Kecerdasan sosial-emosional anak kurang tersentuh atau sensitive terhadap keadaan. Dengan penuh kesabaran nenek mengasuh dan merawat cucunya itu sehingga lama-kelamaan anak menjadi seorang anak yang lebih dapat menghargai orang lain dan menjadi anak yang memiliki rasa kasih sayang atau peduli terhadap yang lain.
Dalam film the way home ini dalam pengasuhannya, nenek menggunakan interaksi non verbal yang berupa gerak tubuh, mimic, tindakan yang secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi perilaku anak. Pada pengasuhan yang diberikan, nenek memberikan pembiyasaan-pembiyasaan dan modeling atau contoh tentang kehidupan salah satu contoh dalam film ini adalah ketika kita menginginkan sesuatu maka kita harus berusa untuk menncapainyatanpa mengeluh. Selain nenek (keluarga), teman-teman (lingkungan) anak juga memberikan kontribusi yang cukup besar dalam pengasuhan anak untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan-kecerdasan yang dimiliki oleh anak.